Saturday, 29 October 2011

MOHON KEAMPUNAN ALLAH



Keutamaan istighfar (mohon keampunan)

Berfirman Allah azzawajalla:


“Dan mereka pada ketika melakukan keburukan ataupun menganiyai diri, mereka segera mengingati Allah, maka mereka pun meminta keampunan di atas dosa-dosa mereka.” (ali-Imran: 135)

Berfirman Allah lagi:

“Barangsipa yang melakukan kejahatan ataupun menganiayai dirinya, kemudian ia meminta keampunan kepada Allah, niscaya ia akan mendapati Allah Maha Pengampunan dan Maha Mengasihani.”

(an-Nisa’: 110)

Allah berfirman:

“Maka bertasbihlah dengan kepujian terhadap Tuhanmu dan mintalah keampunan, sesungguhnya Ia Maha Pengampunan.” (an-Nasr: 3)

Berfirman Allah lagi:

“Dan orang-orang yang memohon keampunan pada waktu tengah malam.”

(ali-Imran 17)

Allah berfirman:

“Mereka itu sedikit sekali tidur di waktu malam, dan pada waktu tengah malam itu mereka meminta keampunan.” (adz-Dzariat: 17-18)

Rasulullah s.a.w. sendiri sering memperbanyakkan sebutan:

“Maha Suci Engkau, ya Allah, ya Tuhanku! Aku memujiMu. Ya Allah, ya Tuhanku! Ampunilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Maha Mengasihani.”

Sabda Rasulullah s.a.w. lagi:

“Barangsiapa memperbanyakkan memohon keampunan, niscaya Allah akan menukarkan segala kesulitannya menjadi kelapangan, dan segala kesempitannya diberikan jalan keluar, dan Dia akan memberinya rezeki tanpa terkira banyaknya”.

Berkata Rasulullah s.a.w.:

“Sesungguhnya aku sentiasa memohon keampunan kepada Allah Ta’ala dan bertaubat kepadaNya dalam sehari sebanyak 70 kali.”

Dalam istighfarnya, baginda Rasulullah sentiasa menyebut:

“Ya Allah! Ya Tuhanku! Ampunilah aku terhadap semua dosa yang telah aku lakukan terdahulu dan kemudian yang tersembunyi dan yang terang, dan juga terhadap semua dosa yang Engkau Amat Mengetahui mengenainya. Engkaulah yang terdahulu dan yang terkemudian dan Engkau Berkuasa di atas setiap sesuatu.”

Dari al-Fudhail r.a katanya: Meminta keampunan tanpa berhenti dan membuat dosa adalah taubatnya para pendusta. Dan dari Rabi’ah al-Adawiah pula, katanya: Permohonan keampunan yang kami lakukan memerlukan kepada permohonan keampunan yang lebih banyak.

Adapun tentang wirid-wirid di pagi hari dan petangnya juga sesudah setiap sembahyang dan di waktu tengah malam, kami telah menyediakan bab yang tersendiri mengenainya. Bagi orang yang ingin mempelajarinya sila rujuk bab tersebut.

Dosa Wanita

Maka Rasullullah telah bersabda setelah pulangnya baginda dari Isra' dan Mi'raj tentang perempuan yang dilihat menerima balasan perbuatan di dunia.


Perempuan yang tergantung dengan rambutnya dan mendidih otak kepalanya; maka bahawa sesungguhnya ia tiada mahu menutup rambutnya daripada lelaki yang haram memandang dia.

Perempuan yang tergantung dengan lidahnya dan api neraka yang sangat panas dituangkan ke dalam lehernya; maka bahawa sesungguhnya ia menyakiti suaminya.


Perempuan yang tergantung dengan dua susunya dan buah zaqqum itu dituangkan masuk ke dalam lehernya; maka sesungguhnya ia memberikan air susu suaminya kepada bayi yang lain tanpa izin suaminya.

Perempuan yang yang tergantung dengan dua kakinya di dalam kerongkongan api neraka itu; maka bahawa sesungguhnya ia keluar rumah tanpa izin daripada suaminya.

Perempuan yang tergantung dan memakan ia akan tubuhnya dan api neraka dinyala-nyalakan daripada pihak bawahnya; maka bahawa sesungguhnya ia memperhiasi tubuhnya kerana orang lain dan tiada memperhiasi bagi suaminya.

Perempuan yang tergantung lagi menambat oleh segala malaikat akan dua kakinya kepada dua susunya dan ditambatkan dua susunya kepada ubun-ubunnya dan dijadikan atas badannya itu beberapa ekor ular dan kala hak keadaannya memakan ia(ular dan kala) akan dagingnya dan meminum ia akan darahnya; bahawa sesungguhnya ia di dalam dunia tidak bersuci badannya dan tidak mandi junub dan haid dan daripada nifas dan meringan-ringankan solat.

Perempuan yang tergantung hal keadaannya buta dan tuli dan kelu yang di dalam kerongkongan api neraka; maka bahawa sesungguhnya ia mendatangkan daripada anak zina dan ditambatkan kepada batang leher suaminya. (perempuan yang menduakan suaminya hingga mendapat anak zina dan dinyatakan anak itu adalah hasil daripada suaminya).


Perempuan yang tergantung kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keldai; maka sesungguhnya ia sangat mengadu-ngadu (batu api) lagi amat dusta.

Perempuan yang seperti rupa anjing dan api masuk ia ke dalam mulutnya dan keluar ia daripada duburnya; maka bahawa sesungguhnya ia adalah sangat membangkit akan manusia(mengungkit-ungkit pemberian atau pertolongan) lagi banyak dengki mendengki.

Kemudian dapat melihat orang-orang yang makan riba` dan harta anak yatim dan melihat orang berzina yang rupa dan kelakuan mereka sangat huduh dan buruk. Penzina lelaki bergantung pada susu penzina perempuan.

Nauzubillah Min Zalik.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi Maha Mengasihani..Mohonlah taubat kepadaNYA..“Barangsipa yang melakukan kejahatan ataupun menganiayai dirinya, kemudian ia meminta keampunan kepada Allah, niscaya ia akan mendapati Allah Maha Pengampunan dan Maha Mengasihani.”

(an-Nisa’: 110)

Wallahualam

Thursday, 27 October 2011

Allah Bersama Orang Yang Sabar


Sabar adalah satu sifat yang mulia. Dengan sifat sabar, kita boleh merubah lawan menjadi teman. Orang-orang yang sabar mempunyai keuntungan yang besar:

„Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.“ [Fushilat:34-35]


Allah menjanjikan syurga kepada orang-orang yang sabar:

„Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

(iaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang mahupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.“ [Ali Imran:133-134]

Ketika Abu Bakar tersinggung pada kerabatnya yang turut menyebarkan fitnah terhadap anaknya ‚Aisyah dan ingin menghentikan bantuan, turun ayat Allah yang melarang itu:

„Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahawa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahawa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“ [An Nuur:122]

Memaafkan orang pasti mendapat pahala dan lebih utama:

„Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.“ [Asy Syuura:40]

„Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.“ [Asy Syuura:43]

„Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.“ [An Nisaa’:149]

Kadang dalam rangka taushiyah/dakwah orang sering berkata-kata buruk terhadap orang yang tidak faham. Padahal dalam surat Al Ashr kita diperintahkan untuk melakukannya dengan cara yang baik dan dengan kesabaran:

„kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya sentiasa bersabar.“ [Al Ashr:3]

Allah tidak suka dengan orang yang suka mencaci orang lain:

„Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ [An Nisaa’:148]

Allah cinta dan bersama dengan orang-orang yang sabar:

„Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“ [Al Anfaal:46]

Allah menyuruh kita sabar dan melarang kita marah meski kita dalam keadaan benar. Lihat bagaimana Allah mengecam Nabi Yunus yang marah kepada umatnya yang jelas-jelas kafir:

„Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).“ [Al Qalam:48]

Menjadi orang yang sabar memang sulit. Sangat sulit. Mudah-mudahan Allah SWT memberi kekuatan bagi kita hingga kita boleh menjadi orang yang sabar dan dekat denganNya.

Di bawah adalah doa agar diberi Allah kesabaran dan wafat dengan akhir yang baik (Husnul Khatimah) di mana kita bukan hanya dicintai Allah, tapi juga manusia:

رَبَّنَآ أَفۡرِغۡ عَلَيۡنَا صَبۡرً۬ا وَتَوَفَّنَا مُسۡلِمِينَ

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu” [Al A'raaf 126]

Wallahualam

Jom Puasa Sunat Zulhijjah

1. Kelebihan berpuasa pada hari Arafah (9 Zulhijjah) menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lalu dan dosa setahun yang akan datang sebagaimana diriwayatkan daripada Abu Qatadah Al-Anshari berkata:

Maksudnya: “Dan ditanya (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam) tentang berpuasa di hari Arafah? Maka Baginda bersabda: “Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (Hadits riwayat Muslim)

2. Hadits yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah R.A, daripada Nabi S.A.W bersabda:

Maksudnya: “Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai oleh Allah untuk dilakukan ibadah kepadaNya daripada sepuluh hari di bulan Zulhijjah, dimana satu hari berpuasa daripadanya (sebanding) dengan puasa satu tahun dan mendirikan ibadah satu malam daripadanya (sebanding) dengan mendirikan ibadah pada lailatulqadar.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

3. “Sesungguhnya Rasulullah S.A.W adalah melakukan puasa sembilan hari di awal bulan Zulhijjah, di hari ‘Asyura’ dan tiga hari di setiap bulan iaitu hari Isnin yang pertama dan dua hari Khamis yang berikutnya.” (Hadits riwayat An-Nasa’i)

Wednesday, 26 October 2011

Kewajipan Beribadah Kepada Allah

Assalamu'alaikum.

Saudaraku muslim, semoga dirahmati Allah.

Hidup ini tak serumit yang kita kira, kebahagiaan, kejayaan hanyalah dalam ketaatan kepada Allah, hanya ada dalam amal agama.

Seperti ikan diciptakan hidup di air, bila di luar air maka binasa dan celakalah ikan itu, Begitupun manusia, diciptakan untuk beribadah kepada Allah, Allah berfirman :
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Dzariyaat: 56)

Namun semua itu tidak hanya ibadah saja, namun wajib sesuai tuntunan, yakni mengikuti yang di contohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Bila kita hidup tidak tenang, tidak bahagia, tidak damai, jawapannya hanya satu yaitu kerana kita jauh dari amal agama, atau jauh dari ketaatan kepada Allah.

Maka bila inginkan kebahagiaan maka dekatilah yang menciptakan kebahagiaan, iaitu yang Maha Pencipta, Allah azza wa jalla. Allah azza wa jalla,berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS.ar-Ra’du:28)

Mudah bukan?ya sangat mudah, yang jadi masalah adalah kita hanya mahu tapi tak melakukan sesuatu, ibarat mahu kenyang tapi tak mahu makan, lalu bagaimana mungkin kita boleh kenyang tanpa makan sesuatu.

Mari kita taat kepada Allah, karena kita diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah, itulah tujuan penciptaan kita, ibarat nasi diciptakan untuk dimakan bukan untuk menjadi tembok rumah.

Kebenaran hanya milik Allah.

~ Muhammad al islam.


Imam Al-Ghazali pernah berkata " Cara hidup kita di dunia adalah bayangan cara kehidupan kita di Akhirat nanti ".


Amirul Mukminin, Umar bin Al Khattab -radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah solat. Barangsiapa menjaga solat, bererti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang mensia-siakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bahagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan solat.“

Imam Ahmad -rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara solat, bererti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bahagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap solat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan solat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah,sedangkan engkau tidak memiliki bahagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar solat dalam hatimu.“(ash sholah)



Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (kerananya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal, (QS. 8:2) (iaitu) orang-orang yang mendirikan solat dan yang menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. 8:3) Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa darjat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (QS. 8:4)


Negeri akhirat (syurga) itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerosakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.(Qs.Al-Qashash 28:83)

*Kesudahan yang baik,maksudnya adalah Syurga.

*Orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. menjalankan perintah Allah Seperti menjaga solat, berzakat, tutup aurat agar tak dilihat selain mahramnya, dan kewajipan lainnya.

Larangan Allah, seperti Menghina orang lain, sombong, tidak solat, tidak tutup aurat, dan perbuatan dosa lainnya.


“Seseorang berkata: ‘Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku amalan yang akan memasukkan aku ke syurga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, menegakkan solat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturrahim’.” (HR. Al-Bukhari, 3/208-209, Muslim no. 13)


“Barangsiapa yang pergi menuju masjid untuk solat berjamaah, maka satu langkah akan menghapuskan satu kesalahan dan satu langkah lainnya akan ditulis sebagai satu kebajikan untuknya, baik ketika pergi mahupun pulangnya.” (HR. Ahmad)

*Saudaraku muslim tercinta, yang sihat badannya, yang mampu ke masjid, apalah ertinya hidup bila tak solat, solat wajib tapi tidak dimasjid, sungguh sayang sekali bila kita mensia-siakan pahala besar solat jamaah dimasjid, urusan dunia kita selalu mahu untung besar tapi kenapa urusan akhirat kita tidak mahu untung besar? Sayang beribu sayang bila kecintaan kita kepada keduniaan yang menurut kita sangat menguntungkan tapi malah menjauhkan kita dari keuntungan2 besar untuk akhirat kita.


Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu..(Surah Muhammad [47:7])

Ya Allah,Kau golongkanlah kami dalam kalangan hambaMu yang sentiasa dambakan cintaMu dan juga cinta Rasul-Mu. jadikanlah kami hamba yang akan terus menjadikan nafas dan darah yang mengalir dalam tubuh ini hanya untuk agamaMu...amin

Mencari Cinta Sebenar

Jangan tergesa-gesa dalam mencintai, carilah seseorang yang tidak hanya boleh membimbingmu di dunia, namun di akhirat pun demikian. Seseorang yang sentiasa membantumu bangkit ketika terjatuh, seseorang yang sentiasa menasihati dan memperingati saat engkau terlupa, dan sentiasa mencintaimu dengan penuh ketulusan serta seseorang yang akan terus memegang tanganmu dengan erat hingga membimbing dan membawamu kedalam al-Jannah. InsyaAllah


Nadi utama cinta adalah hati..
Dan nafsu menjadi noda utamanya..

Sahabat,
Sucikanlah cintamu..
Gantungkanlah cintamu pada Sang pemilik cinta..
Biarkanlah nafsu ini menggenggam satu nama..
Mengharapkan redhaNYA dalam cinta hakiki..
Mengembalikan roh pada Illahi..
Dan melepaskan nafsu didalam hati..

Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku.
Rasa cinta itulah yang membuat sakit menderita saat ini.

... Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata kerana rasa cintaku padamu.

... Sakitku ini kerana aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diredhai Allah 'Azza Wa Jalla. Inilah yang ku damba.

Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya.

Dosa Mengumpat/ghibah

"..Dan janganlah mencari-cari keburukan orang & janganlah mengumpat satu sama lain.." (Qs. Al-Hujarat : 12)

"Hai orang2 yg beriman, janganlah sekumpulan orang laki2 merendahkan kumpulan yg lain, boleh jadi yg ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yg direndahkan itu lebih baik" (Qs. Al-Hujarat : 11 )

"Negeri akhirat (syurga) itu, Kami jadikan untuk orang2 yg tidak ingin menyombongkan diri & berbuat kerosakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yg baik) (syurga )itu adalah bagi orang2 yg bertakwa” (Qs. Al-Qoshosh : 83)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahawasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Tahukah kalian apa itu ghibah?”

Mereka (para sahabat)menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”

Kemudian baginda shallahu’alaihi wasallam bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia tidak sukai.”

Kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut ternyata ada pada saudaraku?”

Baginda shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak ada bererti engkau telah berdusta atas namanya (memfitnahnya).” (HR Muslim 2589)

Orang yang mengenal dirinya,
maka ia akan sibuk memperbaiki dirinya
dan tak membuka aib dan kekurangan orang lain.
Orang yang meyakini Allah adalah yang
menciptakannya dan satu2nya yang berhak disembah,
maka ia akan sibuk untuk taat kepada Allah, dan meninggalkan dosa-dosa.


Hari ini adalah kesempatan berbuat baik, kerana boleh jadi esok kita sudah bertempat dalam kuburan,

Jam ini adalah waktu terbaik berbuat baik, kerana boleh jadi jam berikutnya kita sudah ditinggalkan nyawa kita,

Detik ini adalah kesempatan berbuat baik, kerana boleh jadi detik kemudian kita sudah tak mampu
berbuat apa2 kerana meninggalkan alam dunia menuju alam kubur

Selama kita masih bernafas maka selama itulah kesempatan untuk taat kepada Allah. dan janganlah hasil akhir hidup kita adalah PENYESALAN di akhirat.

Wallahualam